Just another WordPress.com site

Jenis Pencemaran Udara

Menurut Soedomo (2001), dilihat dari segi fisik, bahan pencemar dapat berupa:

1. Partiel (debu, aerosol, timah hitam)

2. Gas (CO, NOx, SOx, H2S, Hidrokarbon)

3. Energi (suhu dan kebisingan)

Berdasarkan kejadian, terbentuknya pencemar terdiri dari:

1. Pencemar primer (yang diemisikan langsung oleh sumber).

2. Pencemar sekunder (yang terbentuk karena reaksi di udara antara berbagai zat).

Faktor yang Mempengaruhi Pencemaran Udara.

Menurut Mukono (2003), faktor- faktor yang dapat mempengaruhi pencemaran udara di atmosfer adalah:

Kelembaban

Kelembaban udara relatif yang rendah (< 60%) di daerah tercemar SO2, akan mengurangi efek korosif dari bahan kmia tersebut. Pada kelembaban relatif lebih atau sama dengan 80% di daerah tercemar SO2, akan terjadi peningkatan efek korosif SO2 tersebut.

Suhu

Suhu yang menurun pada permukaan bumi, dapat menyebabkan peningkatan kelembaban udara relatif, sehingga akan meningkatkan efek korosif bahan pencemar di daerah yang udaranya tercemar. Pada suhu yang meningkat, akan meningkat pula kecepatan reaksi suatu bahan kimia.

Sinar matahari

Sinar matahari dapat mempengaruhi bahan oksidan terutama O3 di atmosfer. Keadaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan bahan atau alat bangunan, atau bahan yang terbuat dari karet. Jadi dapat dikatakan bahwa sinar matahari dapat meningkatkan rangsangan untuk merusak bahan.

Pergerakan udara

Pergerakan udara yang cepat dapat meningkatkan abrasi bahan bangunan.

Dampak Bahan Pencemar Udara

Baik gas maupun partikel yang berada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa:

  1. Sakit, baik yang akut maupun kronis.
  2. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur, menghambat pertumbuhan dan perkembangan.
  3. Mengganggu fungsi fisiologis dari: paru, saraf, transpor oksigen oleh hemoglobin, kemampuan sensorik.
  4. Kemunduran penampilan, misalnya pada: aktivitas atlet, aktivitas motorik, aktivitas belajar.
  5. Iritasi sensorik.
  6. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh.
  7. Rasa tidak nyaman (bau).

(Goldsmith dan Friberg, 1977: 459-460; Masters, 1991: 291- 299 dalam Mukono, 2003).

Parameter Kualitas Udara

Parameter yang perlu diukur di dalam kegiatan pengawasan kualitas udara adalah sebagai berikut:

  1. Parameter fisik: suhu, kelembaban, kecepatan, arah dan frekuensi angin, tekanan udara, keadaan cuaca (cerah, mendung, hujan, atau gerimis).
  2. Parameter kimia: partikel debu melayang, SO2, CO, O3, Hidrokarbon, Hidrogen sulfida, Amonia, Timbal).
  3. Parameter biologi: kadar bakteri, kadar serbuk sari bunga.
  4. Parameter manusia: angka kesakitan penyakit saluran pernafasan, kulit, dan penyakit neurotoksik (Aditama, 2002)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: