Just another WordPress.com site

Cara Penangulangan Limbah

Limbah adalah masalah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan dunia industri, penanggulangan terhadap limbah pun mengalami perkembangan, salah satunya adalah cara penanggulangan limbah dengan proses bioremediasi.
Seperti dikenal secara luas bahwa limbah dalam proses industri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Limbah Ekonomis

Limbah ekonomis adalah limbah yang bisa menghasilkan nilai ekonomis apabila diproses lebih lanjut. Proses pengolahan limbah menghasilkan barang ekonomis baru yang bisa menghasilkan uang. Misalnya pengolahan tetes tebu menjadi penyedap rasa, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, dan sebagainya.

b. Limbah Nonekonomis

Ini adalah limbah yang tidak menghasilkan produk baru bernilai ekonomis, dan pengolahannya ditujukan untuk mempermudah pembuangan.

Limbah tersebut bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu sebagai berikut.

  • Limbah padat, adalah limbah yang berbentuk padatan seperti lumpur, bubur, dan sebagainya. Contohnya: onggok limbah pabrik tapioka, bagase limbah pabrik gula, limbah dari pengalengan jamur, dan sebagainya. Sebagian limbah itu bisa didegradasi dan sebagian lagi tidak.
  • Limbah cair, adalah limbah berwujud air, misalnya limbah pabrik tahu dan tempe berupa air dengan kandungan protein yang merangsang proses bakterial.
  • Limbah gas, adalah limbah berbentuk asap atau gas. Misalnya limbah dari pabrik semen.

Proses Pengolahan Limbah

Selama ini, sistem pengolahan limbah mengenal dua proses, yaitu proses aerobik, dan anaerobik.

a. Proses Aerobik

Proses ini adalah pengolahan limbah dengan cara penguraian senyawa organik limbah secara sempurna, dalam periode yang singkat. Prosesnya melibatkan sejumlah bakteri dan dipengaruhi oleh sumber nutrient dan kadar oksigen.

b. Proses Anaerobik

Adalah proses pengolahan untuk limbah industri yang lambat sekali diolah secara aerobik, dan harus menyertakan aktivitas mikroorganisme pada kondisi non-oksigen.

Biasanya, proses anaerobik melewati tahapan fermentasi asam, regresi dan fermentasi basa. Dalam proses ini, hampir semua polutan organik seperti polisakarida, protein dan lemak, terkonversi ke dalam bentuk gas metan dengan kalor tinggi.

Bioremediasi, Sebuah Inovasi

Pada proses pengolahan aerobik dan anaerobik, masing-masing terdapat kelemahan. Proses aerobik tidak memungkinkan mengolah limbah dengan tingkat kesulitan tinggi, sedangkan proses anaerobik membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

Upaya mengatasi kekurangan tersebut mendorong inovasi dan menemukan teknologi yang memungkinkan penanganan limbah yang biaya operasionalnya lebih murah, sekaligus aman bagi lingkungan. Teknologi inovatif tersebut dinamakan bioremediasi.

Bioremediasi menggunakan mikroorganimse seperti jamur dan bakteri dalam penanggulangan pencemaran tanah. Proses utamanya bertujuan mendegradasi zat polutan beracun.

Tahapan proses bioremediasi adalah:

  1. Penambahan nutrient, mengatur kondisi redoks dan mengoptimalkan kadar pH tanah untuk menstimulasi mikroorganisme di lokasi tercemar.
  2. Menanamkan mikroorganisme dengan kemampuan biotranformasi khusus di lokasi tercemar.
  3. Penggunaan tanaman yang memiliki fungsi mengubah pencemaran.

Temperatur dan keasaman tanah sangat berpengaruh terhadap proses bioremediasi ini, di samping harus juga diperhatikan mengenai kelembaban, struktur geologi lapisan tanah, nutrient, dan oksigen.

Jenis-Jenis Bioremediasi

Ada beberapa jenis bioremediasi yang dikenal, antara lain:

a. Biostimulasi

Adalah dengan cara menambahkan nutrien dan oksigen ke dalam air atau tanah yang tercemar. Proses tersebut akan mengaktifkan bakteri remediasi yang telah ada di dalam air atau tanah tersebut, dan meningkatkan pertumbuhannya.

b. Bioaugmentasi

Adalah proses menambahkan mikroorganisme untuk membersihkan kontaminasi pada suatu tempat.

c. Bioremediasi Intrinsik

Adalah proses bioremediasi yang berlangsung secara alami.

Saat ini, bioremediasi masih memerlukan pengembangan dan inovasi-inovasi baru. Belum semua proses bakterial dipahami oleh ilmuwan. Karena itu, penelitian lebih lanjut diharapkan melahirkan temuan-temuan baru yang lebih akurat mengenai pengelolaan limbah yang aman dan efektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: